Kelahiran seorang anak merupakan karunia dan takdir Allah yang patut disambut dengan rasa syukur. Buku Bersyukur Atas Kelahiran Anak mengajak para orang tua untuk memahami bahwa keturunan adalah pemberian Allah yang mengandung hikmah dan kehendak-Nya. Baik dikaruniai anak laki-laki, anak perempuan, keduanya, maupun belum dikaruniai keturunan, semuanya merupakan ketetapan Allah. Karena itu, orang tua hendaknya menerima karunia tersebut dengan penuh syukur dan tidak berburuk sangka kepada Allah.
Buku ini kemudian menguraikan berbagai bentuk syukur atas kelahiran anak, termasuk memahami makna tangisan bayi, menjaga anak dari godaan setan, serta berbagi kabar gembira kepada keluarga dan saudara sesama muslim. Selain itu, dibahas pula anjuran memberikan ucapan selamat dan doa kebaikan kepada orang tua yang mendapatkan karunia anak. Semua itu menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa cinta, kebahagiaan, dan kepedulian di antara kaum muslimin ketika menerima nikmat kelahiran seorang anak.
Pada bagian berikutnya, penulis menjelaskan bahwa rasa syukur hendaknya diwujudkan dengan mengikuti sunnah Nabi ﷺ seputar kelahiran anak, seperti aqiqah, memberikan nama yang baik, mencukur rambut, mengkhitan, mentahnik, dan bersedekah dengan rambut cukuran anak. Buku ini juga mengingatkan agar orang tua tidak membeda-bedakan kebahagiaan berdasarkan jenis kelamin anak, khususnya dengan menunjukkan kemurkaan atas kelahiran anak perempuan. Sikap tersebut merupakan karakter jahiliah yang tercela. Pada akhirnya, buku ini mengarahkan orang tua untuk menjadikan kelahiran anak sebagai momentum memperkuat syukur kepada Allah dan menjalankan tuntunan agama dengan sebaik-baiknya.